Nagisa baru menikah selama enam bulan. Ia bekerja sebagai guru taman kanak-kanak, tetapi tekanan pekerjaan dan sikap dingin suaminya membuatnya merasa frustrasi. Saat bekerja, ia berusaha bersikap ceria di depan anak-anak, tetapi di rumah, suaminya memperlakukannya seperti pembantu rumah tangga, dan ia merasa depresi karena harus menanggung perlakuan tersebut. Kali ini, ia menunjukkan dirinya kepada kita, berharap dapat melarikan diri dari kenyataan untuk sementara waktu, dan menjadi seorang wanita lagi hanya untuk satu hari…