Tugas paginya dimulai dengan membersihkan alat kelamin presiden dengan lidahnya. Ini adalah drama subjektif yang menggambarkan satu hari dalam kehidupan Seto Yuuki, seorang presiden wanita yang memperlakukan semua karyawan prianya sebagai miliknya dan menggunakan mereka sebagai alat untuk memuaskan hasrat seksualnya. Para pria diperlakukan seperti budak. Ketika presiden memanggil, mereka harus menggunakan jari, lidah, dan penis mereka untuk melayaninya sampai dia puas. Setelah dia menyukai mereka, dia berkata kepada mereka, "Teruslah menggoyangkan pinggulmu sampai kau mati!"