"Aku ingin berhubungan seks denganmu, Bibi!" kata Kinoshita dengan tatapan datar di matanya. Dia adalah teman masa kecil putraku. Aku mengenalnya sejak dia masih kecil. Aku menganggap Kinoshita seperti anakku sendiri, jadi aku hanya bingung ketika dia mulai membelaiku. Kupikir ini satu-satunya cara untuk menenangkan pemuda yang tak terkendali itu, jadi aku mencoba menenangkannya dengan memberinya oral seks. Tapi ketika aku melihat penis pemuda itu yang ereksi di depanku, aku pun tak bisa lagi menahan gairahku...