"Saki, kamu terlalu serius. Kenapa kamu tidak bersantai sekali saja?" Begitulah kata seorang teman kepadaku. Sebagai seorang istri, aku mendukung suamiku; sebagai seorang ibu, aku mengawasi anakku. Aku berbakti dan serius. Itulah kualitas baikku. Namun, tanpa kusadari, hubunganku dengan suamiku menjadi hambar, dan anakku telah menyelesaikan ujiannya dan mandiri. Saat itu, kesepian tiba-tiba menyelimutiku. Aku telah menjalani hidup yang serius sampai sekarang. Akhirnya, aku bisa meluangkan waktu untuk diriku sendiri. Jadi...