"Kau mau diintimidasi?" Hinami berbisik, mendekat. Ciuman di seluruh wajahku... lalu lidahnya perlahan menyusuri wajahku, membuatku merasa seperti tenggelam dalam air liur. Kepalaku terasa begitu nyaman saat dia menghujaniku dengan kasih sayang dari leher ke atas. Aku tak bisa melarikan diri saat dia menghisap dan menjilatku; yang bisa kulakukan hanyalah menerimanya. Mulutnya yang besar memenuhi seluruh pandanganku. Dia menjilat putingku dengan lidahnya. "Ah... ahhh..." Aku mengerang...